IJENS: INDONESIAN JOURNAL OF EMPIRICAL NURSING SCIENCES
https://ijens.itsk-soepraoen.ac.id/index.php/ijens
<p><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Jurnal Studi Keperawatan Empiris Indonesia</span></span></span></span></strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> ( </span></span></span></span><a href="https://ijens.itsk-soepraoen.ac.id/index.php/ijens"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">IJENS</span></span></span></span></a><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> ) merupakan jurnal akses terbuka dan peer-review yang diterbitkan oleh Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS Dr. Soepraoen Malang bekerja sama dengan organisasi profesi perawat di </span></span></span></span><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> Departemen Keperawatan Dasar dan Departemen Keperawatan Lanjut</span></span></span></span></strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> . </span></span></span></span><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> Jurnal Studi Keperawatan Empiris</span></span></span></span></strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> Indonesia ( </span></span></span></span><a href="https://ijens.itsk-soepraoen.ac.id/index.php/ijens"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">IJENS</span></span></span></span></a><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> ) </span></span></span></span><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">diterbitkan dua kali setahun</span></span></span></span></strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> pada </span></span></span></span><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">bulan Maret</span></span></span></span></strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> dan </span></span><strong><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">September</span></span></strong></span></span><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"> . Kami menerima artikel penelitian, studi kasus, dan/atau tinjauan pustaka dalam bidang kesehatan yang luas.</span></span></span></span></p>en-USapriyani.puji@itsk-soepraoen.ac.id (Apriyani Puji Hastuti)fahrulrizzal@itsk-soepraoen.ac.id (Alfunnafi Fahrul Rizzal)Thu, 22 Jan 2026 12:14:48 +0700OJS 3.2.1.0http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA DESA SEMPALWADAK DI WILAYAH KERJA PUKESMAS BULULAWANG
https://ijens.itsk-soepraoen.ac.id/index.php/ijens/article/view/69
<p>Pendahuluan: Lanjut usia merupakan fase kehidupan yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara gaya hidup dan kejadian hipertensi pada lansia di Posyandu Lansia Desa Sempalwadak, wilayah kerja Puskesmas Bululawang. Metode: Metode yang digunakan adalah desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 60 responden yang dipilih secara proporsional. Hasil: Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta pengukuran tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 65% lansia memiliki gaya hidup baik, namun 38,3% mengalami hipertensi. Analisis <em>Chi-Square</em> menunjukkan hubungan signifikan antara gaya hidup dan hipertensi (p < 0,01), di mana lansia dengan gaya hidup tidak sehat memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hipertensi. Kesimpulan: penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan kesadaran tentang gaya hidup sehat untuk mencegah hipertensi dan komplikasi kesehatan lainnya di kalangan lansia.</p>nuzulul rizky hamdani rizkyhamdani, Juliati Koesrini, Indari Indari
Copyright (c) 2026 IJENS: INDONESIAN JOURNAL OF EMPIRICAL NURSING SCIENCES
https://ijens.itsk-soepraoen.ac.id/index.php/ijens/article/view/69ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS (ULKUS DIABETIKUM) DENGAN PEMBERIAN TERAPI RELAKSASI BENSON UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PRE OPERASI AMPUTASI DI RUANG DIPONEGORO BAWAH RSUD KANJURUHAN KABUPATEN MALANG
https://ijens.itsk-soepraoen.ac.id/index.php/ijens/article/view/76
<p><strong>ABSTRAK</strong> </p> <p>Ulkus diabetikum merupakan komplikasi berat diabetes melitus yang berisiko menyebabkan infeksi, gangguan perfusi jaringan, hingga amputasi. Kondisi ini sering memunculkan kecemasan pada pasien, terutama ketika menghadapi tindakan pembedahan. Kecemasan pre-operasi dapat memengaruhi kondisi fisiologis, meningkatkan tekanan darah, memperburuk kontrol glukosa, serta menghambat proses penyembuhan luka. Intervensi keperawatan nonfarmakologis seperti relaksasi benson dapat digunakan untuk membantu menurunkan kecemasan tersebut. Metode: Studi ini merupakan studi kasus pada dua pasien dengan diabetes melitus tipe II yang mengalami ulkus pedis dan direncanakan menjalani amputasi. Pengkajian dilakukan secara komprehensif meliputi kondisi fisik, psikologis, status luka, dan tingkat kecemasan. Intervensi relaksasi benson diberikan selama 10–20 menit, 1–2 kali per hari sesuai toleransi pasien. Evaluasi dilakukan melalui observasi respon fisiologis dan penilaian kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Setelah pelaksanaan relaksasi benson selama beberapa sesi, kedua pasien mengalami penurunan tingkat kecemasan. Pasien tampak lebih tenang, mampu mengontrol napas dengan baik, dan menunjukkan peningkatan kenyamanan. Secara fisiologis terjadi penurunan frekuensi napas dan stabilisasi tanda vital. Pasien juga menyampaikan kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi prosedur amputasi. Kesimpulan: Relaksasi benson efektif membantu mengurangi kecemasan melalui mekanisme relaxation response yang memengaruhi sistem saraf otonom. Intervensi ini mudah dilakukan, tidak memerlukan alat khusus, dan dapat diterapkan pada pasien dengan kondisi kronis seperti ulkus diabetikum. Temuan ini mendukung penggunaan relaksasi benson sebagai bagian dari asuhan keperawatan untuk manajemen kecemasan pre-operasi.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Ulkus diabetikum, kecemasan, amputasi, relaksasi benson</p>Safira Khoirina Syaharani, Hanim Mufarokhah
Copyright (c) 2026 IJENS: INDONESIAN JOURNAL OF EMPIRICAL NURSING SCIENCES
https://ijens.itsk-soepraoen.ac.id/index.php/ijens/article/view/76Thu, 22 Jan 2026 00:00:00 +0700A ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN CVA ICH DENGAN PEMBERIAN DUKUNGAN MOBILISASI DI RUANG EDELWEIS B RUMAH SAKIT KARSA HUSADA BATU
https://ijens.itsk-soepraoen.ac.id/index.php/ijens/article/view/82
<p>Stroke hemoragik (CVA ICH) adalah jenis stroke yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pada <br>suatu area otak. Salah satu asuhan keperawatan yang dapat diberikan yaitu dukungan mobilisasi karena <br>sangat mempengaruhi klien CVA ICH, serta mencegah komplikasi seperti kaku sendi, atrofi, decubitus, <br>bahkan kematian. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan pendekatan asuhan keperawatan <br>yang meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Subyek <br>penelitian ini adalah dua pasien dewasa dengan usia >45 tahun berjenis kelamin laki-laki yang <br>terdiagnosa CVA ICH. Berfokus pada tindakan nonfarmakologis dengan pemberian dukungan <br>mobilisasi pada kedua klien, dengan dibantu pemberian kolaborasi pemberian farmakologis. Hasil <br>evaluasi menunjukkan adanya perbaikan sedikit demi sedikit pada status kesehatan pasien. Dengan <br>demikian, intervensi keperawatan yang diberikan mampu mengatasi masalah yang dialami pasien CVA <br>ICH. <br><br></p>Vanesya Ivana
Copyright (c) 2026 IJENS: INDONESIAN JOURNAL OF EMPIRICAL NURSING SCIENCES
https://ijens.itsk-soepraoen.ac.id/index.php/ijens/article/view/82Sun, 25 Jan 2026 00:00:00 +0700INTERVENSI KEPERAWATAN MANAJEMEN CAIRAN INTRAVENA KRISTALOID PADA PASIEN DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF) DI RUANG RAWAT INAP PUSKESMAS PONCOKUSUMO
https://ijens.itsk-soepraoen.ac.id/index.php/ijens/article/view/73
<p><strong>Pendahuluan: </strong>Demam Berdarah Dengue merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia karena angka kejadian yang tinggi serta risiko komplikasi berupa syokhipovolemik.Penatalaksanaan cairan menjadi aspek penting dalam mencegah perburukan kondisi sehingga perawat berperan besar dalam memantau status hidrasi dan memberikan terapi. <strong>Metode: </strong>Penelitian ini menggunakan desain studi kasus pada dua pasien anak dengan diagnosis Demam Berdarah Dengue yang dirawat di ruang rawat inap Puskesmas Poncokusumo. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, pengkajian keperawatan, dan dokumentasi rekam medis. Intervensi difokuskan pada manajemen cairan intravena kristaloid melalui pemantauan tanda vital, turgor kulit, kelembaban mukosa, pengisian kapiler, pemeriksaan laboratorium, pencatatan intake-output, serta perhitungan balans cairan. <strong>Hasil: </strong>Implementasi menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien yang ditandai dengan stabilitas tanda vital, keseimbangan cairan, peningkatan jumlah trombosit, berkurangnya gejala mual, muntah, hipertermia, dan nyeri, serta peningkatan nafsu makan dan kenyamanan pasien. <strong>Kesimpulan: </strong>Manajemen cairan intravena kristaloid terbukti efektif dalam mempertahankan hidrasi, memperbaiki status kesehatan, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup pasien Demam Berdarah Dengue.</p>Joni Nanga Nanga
Copyright (c) 2026 IJENS: INDONESIAN JOURNAL OF EMPIRICAL NURSING SCIENCES
https://ijens.itsk-soepraoen.ac.id/index.php/ijens/article/view/73USE OF SUGAR-FREE CHEWING GUM (XYLITOL) TO ACCELERATE GASTROINTESTINAL MOTILITY RECOVERY IN POST-APPENDECTOMY PATIENTS AT KANJURUHAN HOSPITAL
https://ijens.itsk-soepraoen.ac.id/index.php/ijens/article/view/78
<p><strong><em>Introduction:</em></strong><em> Appendectomy may cause delayed gastrointestinal motility recovery, increasing the risk of postoperative complications, prolonging hospital stay, causing patient discomfort, and delaying oral feeding, particularly in patients who undergo preoperative fasting. This study aimed to describe the use of sugar-free chewing gum containing xylitol as a non-pharmacological nursing intervention to accelerate gastrointestinal motility recovery in post-appendectomy patients at Kanjuruhan Regional General Hospital. <strong>Methods:</strong> A case study design was conducted involving two post-appendectomy patients presenting with hypoactive bowel sounds averaging 1–2 times per minute, mild abdominal distension, and absence of flatus. The intervention was initiated two hours after surgery by administering xylitol chewing gum three times daily at </em><em>six</em><em>-hour intervals, with each session lasting ten minutes using four pieces of chewing gum. Gastrointestinal motility was assessed through bowel sound frequency and the occurrence of flatus before and after the intervention. <strong>Results:</strong> The findings showed a gradual increase in bowel sound frequency from hypoactive levels to increased activity, accompanied by the appearance of flatus within six hours after the intervention. <strong>Conclusion:</strong> Sugar-free chewing gum therapy may accelerate gastrointestinal motility recovery and support earlier oral intake, making it a simple, safe, and effective complementary nursing intervention for post-appendectomy patients.</em></p>Roidah Hadis
Copyright (c) 2026 IJENS: INDONESIAN JOURNAL OF EMPIRICAL NURSING SCIENCES
https://ijens.itsk-soepraoen.ac.id/index.php/ijens/article/view/78Thu, 22 Jan 2026 00:00:00 +0700hipertensi, diet DASH, edukasi keluarga, keperawatan keluarga
https://ijens.itsk-soepraoen.ac.id/index.php/ijens/article/view/83
<p><strong>Pendahuluan:</strong> hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikelola secara optimal. Pengendalian hipertensi secara nonfarmakologis dapat dilakukan melalui penerapan Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH). Keberhasilan diet DASH sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan dan keterlibatan keluarga dalam pengelolaan kesehatan pasien. <strong>Tujuan:</strong> penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil intervensi edukasi keluarga berbasis diet DASH terhadap peningkatan pengetahuan keluarga pada pasien hipertensi di Dusun Nongkosewu, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. <strong>Metode:</strong> myang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada lima keluarga yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat hipertensi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, pengkajian keperawatan keluarga, serta pengukuran tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner diet DASH sebelum dan sesudah edukasi, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi. <strong>Hasil:</strong> hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum edukasi seluruh responden berada pada kategori pengetahuan kurang. Setelah diberikan edukasi keluarga berbasis diet DASH, seluruh responden mengalami peningkatan pengetahuan ke kategori cukup.<strong> Kesimpulan: </strong>disimpulkan bahwa edukasi keluarga berbasis diet DASH efektif meningkatkan pengetahuan keluarga dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan keluarga dalam pengendalian hipertensi dan pencegahan komplikasi.</p>joko novianto ardy, Yuni Asri, Bayu Budi Laksono
Copyright (c) 2026 IJENS: INDONESIAN JOURNAL OF EMPIRICAL NURSING SCIENCES
https://ijens.itsk-soepraoen.ac.id/index.php/ijens/article/view/83Sun, 25 Jan 2026 00:00:00 +0700